Browser baru dari Google: Chrome

Google mengumumkan akan meluncurkan browser yang dinamakan "Chrome" pada hari rabu ini. Yang ngebedain browser ini dibanding yang lain adalah engine Javascript baru: V8 yang menjanjikan eksekusi Javascript lebih cepat dan stabil. Chrome juga akan mengisolasi setiap tab dalam proses tersendiri, sehingga halaman pada tab yang crash nggak akan menutup seluruh browser seperti yang terjadi pada browser-browser lain.

Cara Google menceritakan latar belakang browser ini cukup unik dengan membuat komik 38 halaman yang menggambarkan para developer Google menjelaskan tentang Chrome.

Komik ini diawali dengan menceritakan bahwa browser yang beredar saat ini tidak diciptakan untuk kebutuhan aplikasi web yang semakin kompleks. Oleh karena itu Google menciptakan browser ini dari scratch.

Browser yang beredar saat ini seperti Firefox masih single-process & single-threaded. Jadi kalo ada script yang dijalankan terus-menerus, browser nggak bisa ngapa-ngapain lagi sampe scriptnya mengembalikan kontrol kembali kepada browser. Chrome menggunakan proses tersendiri untuk setiap tab sehingga jika terjadi error pada satu tab, tab yang lain tidak akan terganggu.

Saya sendiri sangat menunggu-nunggu kehadiran browser ini, soalnya saya kalo buka Firefox itu bisa banyak window yang berisi banyak tab. Walhasil kalau sudah terlalu lama, jalannya rada kedut-kedutan, dan bisa tiba-tiba crash.

Mari kita sambut kedatangan browser ini pada hari Rabu besok!

Comments

Saya agak telat satu hari

Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama 'Di bawah terpal' !!!).

Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.

Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.

Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka 'gears' tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.

Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.

Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.

Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!

Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.

Saya sudah mencoba chrome di

Saya sudah mencoba chrome di hari yg kedua. Variety of Mikocok OS ya :D mulai yg dari xp/vista sampe server 2003 R2 nya cukup smooth and yg terutama tidak sedot "MEMORY".

hal lain yg menurut saya menarik adalah benar-benar dijalankannya multi-thread ( yg punya quad-core happy deh :p )

@Lex dePraxis: thx buat

@Lex dePraxis:
thx buat reviewnya. saya sudah coba dan ternyata cukup memuaskan walaupun terkadang masih suka ngehang juga. moga2 browser andalan saya firefox bisa mengikuti Chrome ini, kalo gak sih kayaknya mau pindah ke lain hati nih.

@Jonathan:
hiks kapan yah punya laptop quad core

Iya saya sering banyak

Iya saya sering banyak tentang orang-orang yang mengalami beberapa hang, tapi saya sampai detik ini tidak pernah mengalami hang ataupun crash sama sekali. Interesting.. :D

hahaha.. iya waktu itu

hahaha.. iya waktu itu Buled ngasih tau, g udah nyobain, cuma kok tampilannya agak aneh! begitu juga dengan settingannya hihihi... cuma yah lebih ringan dari IE sih!

gw udah pake van... awal2

gw udah pake van... awal2 sih komputer gw jadi agak lelet tp skrg udah ngga sih. dari segi penampilan mayan simple dan lapang tp keqnya masih bnyk bugs-nya yah? gw masih ga terbiasa ama tombol bookmarksnya itu loh biasa kalo mo bookmark tinggal klik kanan page kan, di google chrome ga ada :P

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Potentially problem-causing HTML tags are filtered.
  • Links to specified hosts will have a rel="nofollow" added to them.

More information about formatting options

Syndicate content