Anda belum punya koneksi internet dan berencana berlangganan? Atau
koneksi internet anda benar-benar payah dan punya pikiran untuk
berganti ISP (
Internet Service Provider)? Jangan sampai salah pilih!
ISP adalah perusahaan yang memberikan
sambungan ke internet
untuk para individu dan perusahaan. Salah satu bentuknya yaitu
terhubung ke ISP lewat line telepon menggunakan komputer dan modem
(cara seperti ini sudah mulai ditinggalkan karena kecepatannya tidak
memadai). Sang ISP kemudian mengatur lalu lintas data menuju internet.
Memilih
sebuah ISP memang susah susah gampang. Sebelumnya anda harus bertanya
kepada diri anda terlebih dahulu: "Untuk apa saya menggunakan
internet?" Jika anda bisa menjawab pertanyaan ini, maka anda bisa
langsung memulai hitung-hitungan kebutuhan anda.
Lalu ada juga pertanyaa-pertanyaan lebih detail:
- Seberapa banyak saya menggunakan internet setiap bulannya?
- Jam berapa umumnya saya menggunakan internet?
- Apakah customer support penting bagi saya?
- Berapakah harganya?
Pertanyaan
lainnya adalah "Sudah berapa lama ISP yang diincar berjalan?"
Pertanyaan ini kelihatannya tidak begitu penting tapi industri ISP di
Indonesia cukup cepat turn-overnya. Sejak perkembangan internet
mula-mula di Indonesia, saya sudah melihat beberapa ISP yang datang dan
pergi. Membuka perusahaan ISP memang membutuhkan pengetahuan komputer
yang cukup, pengalaman dan juga peralatan yang memadai. Apalagi untuk
mendatangkan bandwidth skala besar ke Indonesia masih relatif mahal,
yang membutuhkan modal yang tidak sedikit.
ISP biasanya memberikan banyak jenis layanan.
Dial-up:
Koneksi ke ISP menggunakan modem dan jalur telepon. Ini adalah yang
paling umum, namun sudah mulai ditinggalkan. Kecepatannya paling tinggi
hanya 56kbps. Tarifnya pun tidak bisa dibilang murah. Contoh telkomnet
instan yang memberikan tarif Rp. 165/menit, atau Rp. 9900 perjamnya.
Saya menggunakan koneksi seperti ini hanya kalau benar-benar "kepepet".
Mendingan ke warnet deh.
DSL: Koneksi tipe ini sangat populer.
Dengan menggunakan jalur telepon rumah seperti dial-up, tapi dengan
kecepatan yang jauh lebih cepat. Anda juga tetap dapat menggunakan
telepon seperti biasa berbarengan dengan koneksi internet. Tipe koneksi
ini cocok untuk pengguna rumahan yang cukup banyak menggunakan internet
dengan tarif sekitar Rp 200.000 - 350.000 per bulannya. Untuk pengguna
kantor dan warnet yang tidak terlalu besar juga cocok, dimana tersedia
layanan SOHO yang berkisar 1.7 juta hingga 2 juta. Para pemakai
kantoran "kelas berat" dapat memilih layanan yang lebih cepat dengan
membayar tariff lebih mahal, sekitar 4 sampai 5 juta.
Cable:
Jika anda bisa menikmati TV kabel di rumah, anda dapat juga
berlangganan internet dengan menumpang jalur TV kabel ini. Harga yang
ditawarkan sekitar Rp 350.000 - 500.000 per bulannya untuk personal,
dan sekitar 1.5 juta untuk pelanggan SOHO.
Satelit: Layanan ini
menggunakan piringan satelit untuk terhubung ke ISP. Harganya cukup
mahal tapi cocok bagi mereka yang berada di tempat yang terisolasi,
seperti daerah pedalaman yang belum terjangkau layanan internet.
Wireless: Saat ini
layanan internet wireless
sedang populer di Indonesia. Menggunakan wireless radio cocok bagi
mereka yang ingin mendapatkan layanan internet cepat tanpa kerepotan
kabel. Biasanya ISP yang menyediakan layanan ini karena mereka dapat
menyediakan
koneksi internet cukup murah
tanpa adanya pihak ketiga seperti DSL dan cable. Anda membutuhkan
sebuah wireless radio dan antena yang memadai. Harga untuk koneksi tipe
ini sangat bervariasi. Untuk personal umumnya sekitar 200-500 ribu
rupiah. Untuk para warnet dan kantor yang membutuhkan jalur lebih
lebar, ada berbagai pilihan sesuai kebutuhan.
GPRS/3G: Koneksi
tipe ini juga bisa dibilang wireless. Dengan menumpang jalur operator
seluler, koneksi tipe ini dapat memberikan layanan internet yang cukup
memadai bagi pemakai rumahan dan mereka yang sering bepergian. Dengan
bermodalkan laptop dan handphone 3G atau modem 3G, anda bisa mengakses
internet dari mana saja, kapapun anda mau. Harga yang ditawarkan untuk
layanan GPRS unlimited berkisar 275 hingga 350 ribu rupiah per
bulannya. Untuk layanan 3G sangat bervariatif dan umumnya dihitung
berdasarkan pemakaian (quota).
T1: Jika anda sangat serius menggunakan
internet untuk kantor
yang sangat besar, atau ingin memiliki sebuah data center, koneksi tipe
ini adalah pilihan anda. Namun harganya juga cukup mahal.
Langkah
berikutnya adalah mulai mendapatkan informasi tentang ISP di daerah
anda dengan melihat informasinya di website mereka. Jangan ragu untuk
bertanya tentang suatu ISP pada orang lain yang sudah menggunakannya,
atau di forum-forum. Jika anda mencoba untuk berlangganan ke sebuah ISP
dan tidak puas, segera layangkan komplen anda dan bila tidak ada
tanggapan yang baik, segera cari ISP lain!
Bookmark/Search this post with:
Comments
kantor saya skarang pake
kantor saya skarang pake speedy, tapi koneksinya putus nyambung, manajemen ingin ganti dengan yang lebih stabil, bisa kasih masukan tentang isp yang bagus?
Thanks. untuk informasi2 nya
Thanks. untuk informasi2 nya sangat membantu. Saran untuk lebih lanjut artikel lebih up to date. oke. sukses selalu
Post new comment